Oleh: Emi Nur Hayati Ma'sum Sai'd
Asyura adalah hari, dimana alam menangis atas pembantaian pasukan durjana Yazid bin Muawiyah yang dilakukan terhadap keluarga Rasulullah Saw. Islam saat itu baru mencapai usia 60-an tahun, tapi sebagian muslimin sudah kabur matanya tidak bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Mereka tergiur oleh iming-iming harta dan kedudukan. Mereka nekat membantai cucunda Rasulullah Saw al-Husein as yang di masa kecilnya senantiasa diciumi lehernya oleh kakeknya Rasulullah Saw.
Peristiwa karbala semakin hari semakin semarak diperingati oleh muslimin pecinta keluarga Nabi Muhammad Saw di seluruh penjuru dunia. Ini menunjukkan bahwa pesan karbala tidak mengenal batas teritorial. Pesan karbala untuk semua umat manusia yang merdeka. Pesan karbala untuk semua umat manusia yang menghargai kemanusiaan dan kebebasan beragama.
Asyura adalah hari, dimana alam menangis atas pembantaian pasukan durjana Yazid bin Muawiyah yang dilakukan terhadap keluarga Rasulullah Saw. Islam saat itu baru mencapai usia 60-an tahun, tapi sebagian muslimin sudah kabur matanya tidak bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Mereka tergiur oleh iming-iming harta dan kedudukan. Mereka nekat membantai cucunda Rasulullah Saw al-Husein as yang di masa kecilnya senantiasa diciumi lehernya oleh kakeknya Rasulullah Saw.
Peristiwa karbala semakin hari semakin semarak diperingati oleh muslimin pecinta keluarga Nabi Muhammad Saw di seluruh penjuru dunia. Ini menunjukkan bahwa pesan karbala tidak mengenal batas teritorial. Pesan karbala untuk semua umat manusia yang merdeka. Pesan karbala untuk semua umat manusia yang menghargai kemanusiaan dan kebebasan beragama.






